190 Views

SorotUpdate.COM, KERINCI-Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Barokah, dalam pelaksanaannya ditemukan keretakan disepanjang irigasi ataupun lantai kerja yang terlihat hancur dan juga tumpukan tanah. Hal ini disebabkan kurangnya perhatian dan pengawasan dari pihak BWSS VI.

Pasalnya, terdapat beberapa irigasi P3 – TGAI dikerinci mengalami keretakan dan kerusakan salah satu contoh ujung pasir, seperti lantai kerja yang sudah hancur dan tak teraliri air.

Menanggapi hal tersebut, sebagai warga kerinci Pak Ibnu (9/2) mengatakan, P3A ini dikerjakan dengan asal-asalan, karena minimnya pengawasan dari pihak konsultan, tenaga pendamping masyarakat (TPM) serta pihak atau Instansi terkait seperti BWSS VI.

“Saya berharap kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera, (BWSS VI) untuk bener – benar memperhatikan Spesifikasi Teknis yang berlaku umum dan juga turun langsung mengecek ke lokasi jangan hanya sekedar menerima laporan saja” sebut warga. Dan juga beserta lembaga pengawasan lainnya, Jangan sampai ada oknum yang sengaja memanfaatkan lemahnya pengawasan,” sambung warga.

Baca Berita Lainnya  Isu Pungli Jadi Polemik, Ketua Umum GERANSI Tantang Bupati Kerinci

Lebih lanjut Warga, ini akibat dari kurangnya pengawasan dari Instansi terkait, sehingga pekerjaan dikerjakan asal jadi.

Diberitakan sebelumnya, Pekerjaan peningkatan tata guna air (P3A) yang berlokasi di Desa Ujung Pasir Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci Jambi. Belum lama dibangun proyek P3A terlihat rusak dan tidak dialiri air.

Diketahui dari papan informasi, proyek tersebut P3A Barokah, Lokasi kegiatan: D.I Batang Sangkir, nilai kontrak: Rp. 195.000,000- anggaran bersumber dari APBN.

Pantauan SorotUpdate.com Minggu (14/2/2021), terlihat dilokasi beberapa pasangan batu yang terlihat sudah pecah dan retak kemudian juga lantai kerja yang terlihat sudah hancur dan tak teraliri air. (red)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *