324 Views

SorotUpdate.com, Sungai penuh- Terkait Pekerjaan Mega Proyek Preservasi Jalan Sungai Penuh- Batas Sumbar yang di kerjakan oleh PT. BIMA ARJUNA PRAKASA seakan tak henti-hentinya menuai konflik ditengah masyarakat maupun para kalangan aktivis Sungai penuh kerinci.

Bagaimana tidak, setelah kualitas pekerjaan yang diragukan oleh masyarakat beberapa waktu yang lalu, kali ini kembali penjelasan yang diduga tak sesuai fakta yang di ucapkan oleh salah satu oknum pengawas Jalan nasional II kembali timbulkan permasalahan di beberapa kalangan aktivis kota Sungai penuh.

Yang mana beberapa hari yang lalu, saat beberapa tim yang tergabung ke lembaga Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) mencoba memantau lansung pelaksanaan pekerjaan preservasi jalan Sungai penuh- batas sumbar ini, ditemukan adanya kejanggalan yang terjadi dilapangan.

Diantaranya pada pelaksanaan pekerjaan ini terlihat salah satu Excavator sedang melakukan pengadukan material semen ditempat diduga secara manual, yang hasil adukannya sangat diragukan sekali kualitas untuk nantinya.

Melihat kejadian ini tim lembaga JPKP ini mencoba menemui lansung pengawas Jalan nasional yang kebetulan saat itu juga sedang berada di lokasi pekerjaan, saat ditanyakan terkait hal ini, pengawas ini berkilah hanya untuk dasarnya nya saja, padahal setelah dikerjakan fakta yang terjadi diketahui malah sebaliknya dan tidak sesuai apa yang di ucapkan oleh oknum pengawas ini.

Terpisah, saat mengetahui permasalahan ini, tentunya membuat geram para kalangan Aktivis Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, diantaranya Yoseprizal Ketua Umum LSM GP2M pun ikut angkat bicara pada Rabu 17 Mei 2023, kepada awak media menyampaikan,

Baca Berita Lainnya  Tak Bisa Klaim Asuransi, Bank Mandiri Cabang Sungai Penuh Kecewakan Nasabah

“kalau memang seperti ini pengawasan yang dilakukan dilapangan, sungguh sangat disayangkan sekali atas pekerjaan ini, sudah rekanan yang diduga bermasalah, sekarang ditambah lagi oknum pengawas pun diduga ikut bermasalah pada pekerjaan ini, dengan memberikan penjelasan yang tak sesuai fakta terhadap para aktivis yang sedang melakukan tugasnya selaku kontrol sosial masyarakat,” Ucapnya.

“Dan untuk pihak pelaksana, kami ingatkan agar lebih berhati- hati lagi dalam pelaksanaan pekerjaan ini, jika nanti terbukti pekerjaan yang Anda kerjakan tak sesuai spesifikasi tekhnis yang berlaku umum dalam pelaksanaan pekerjaan preservasi jalan ini, tentunya kami dari LSM GP2M tak akan segan- segannya menyampaikan laporan pengaduan kepada pihak penegak hukum untuk diproses dan ditindak nantinya jika terbukti bersalah,” Pungkasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Resize text