Kriminal, Pemerintah, Sorot Update

Diduga Dikerjakan Orang Dekat, Proyek Disdik Kota Sungai Penuh “siluman”

SorotUpdate.com, Sungai Penuh – Pembangunan gedung Ruang Guru, Gedung usaha kesehatan sekolah (UKS), Rehab WC dan Rehab Atap termasuk Plafon SMPN 10 di Desa Koto Lolo dan Pembangunan Pagar SDN 044 Koto Bento Kota Sungai Penuh Jambi, pada kegiatannya diduga milik orang dekat Kabid Dikdas Kota Sungai Penuh.

Dalam pelaksanaan dilapangan kegiatan proyek tersebut diduga tanpa mengikuti petunjuk teknis yang berlaku umum, seperti rencana kerja, baik harian mingguan dan bulanan termasuk papan informasi sumber dana dan kegiatan apa yang sedang dikerjakan.

Didalam UU no 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sudah dijelaskan bahwa, setiap pekerjaan yang menggunakan uang negara yang bersumber dari APBN/APBD wajib menggunakan papan informasi.

Pantauan sorotupdate.com (22/2/2021) dilapangan, proyek yang bersumber dari APBD Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2021, terdapat beberapa sekolah baik SMP maupun SD dalam kota sungai penuh, didalam kegiatan mengerjakan proyek pembangunan gedung maupun fisik lainnya, rata – rata tidak ditemukan adanya papan informasi.

Informasi yang didapat (23/2/2021) dari masyarakat setempat yang indentitasnya tidak mau disebut, Ya kalo tidak salah setau kita proyek penunjukan langsung ini, seperti gedung Ruang guru, gedung UKS, rehab wc kemudian rehab atap termasuk plafon pada SMPN 10 ini Diduga milik orang dekat pak kabid Dikdas. Cuman masing – masing paket proyek kemungkinan dikerjakan oleh satu orang, kalo tidak salah sama orang semurup.

Baca Berita Lainnya  2080 Vaksin Sinovac tiba di Kota Sungai Penuh

“ya kalo tidak salah, setau kita proyek penujukan langsung ini seperti gedung Ruang Guru, Gedung UKS, rehab wc kemudian rehab atap termasuk Plafon Diduga milik orang dekat pak Kabid Dikdas. Cuman masing – masing paket proyek kemungkinan dikerjakan oleh satu orang, kalo tidak salah sama orang semurup” ungkapnya

Kabid Dikdas Roli ketika ditanya dan dikonfirmasi (23/2/2021) terkait kebenaran melalui via WhatsApp,

“Ini lain masalah, itu kewenangan di LPSE dicek saja di apo seperti yang disampaikan, jangan menduga subjektif tersebut” singkatnya, dengan langsung memblokir wa (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *