592 Views

SorotUpdate.com, Sungaipenuh- Terkait sorotan publik pada Pekerjaan Proyek Stadion Mini oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sungaipenuh, yang sedang dikerjakan di dua lokasi yang berbeda yakni di Kecamatan Kumun Debai dan Pondok Tinggi seakan masih menjadi perhatian serius masyarakat Kota Sungai Penuh hingga saat ini.

Pasalnya, Perkerjaan proyek yang dikerjakan oleh CV. Damai Jaya dengan nilai kontrak Rp. 787.670.001,38 di Kecamatan Kumun Debai dan satunya lagi dikerjakan oleh CV. Gusti Sapta dengan nilai kontrak Rp. 799.901.363,97 di Kecamatan Pondok Tinggi, selain mendapat sorotan tajam masyarakat Kota Sungaipenuh seperti pada berita media sorotupdate.com sebelumnya, kali ini juga diduga kuat adanya kongkalikong antara pihak konsultan pengawas, rekanan dan instansi terkait.

Hal ini tampak jelas ketika awak media sorotupdate.com melakukan investigasi lansung dilokasi pada beberapa hari yang lalu, ditemukan adanya kondisi fisik proyek dari stadion mini ini yang sangat memprihatinkan dan tidak menutup kemungkinan sewaktu-waktu bisa roboh dan ambruk. Karena terdapat banyaknya keretakan- keretakan bahkan ada tembok penahan tanah yang patah dan semestinya harus dibongkar ulang dan diperbaiki, tapi malah sebaliknya yang diduga dengan sengaja di abaikan oleh pihak rekanan maupun konsultan pengawas, hingga nantinya mutu dan kualitas dari bangunan konstruksi proyek stadion mini ini sangatlah diragukan.

Menyikapi dilema dan persoalan ini membuat Aktivis Senior Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh Bapak Dasril Duski angkat bicara, Kepada sorotupdate.com Kamis (11/11/2021) ia mengatakan, ketidakhadiran konsultan pengawas pada lokasi proyek membuat suatu pekerjaan proyek berjalan alami artinya tidak adanya pengawasan, sehingga patut diduga adanya Kongkalikong antara konsultan, rekanan ataupun instansi terkait sdalam sebuah pekerjaan konstruksi.

“Ya jelas,, penyimpangan tekhnis pasti muaranya ke tindak pidana korupsi, karena dugaan pencurian- pencurian baik dalam volume, adukan atau segala macam lainnya inilah yang akan menentukan dari pada produk tekhnis yang dilaksanakan, jadi penyimpangan seperti terdapat kelebihan dari dana yang sudah di anggarkan tersebut merupakan suatu bentuk kejahatan,” tegasnya.

Baca Berita Lainnya  DPRD panggil Tim Gugus Tugas Covid 19 Kota sungai Penuh Rabu Pagi

Saat awak media mencoba menyakan lagi terkait kondisi stadion yang diduga patah dan retak kemudian tidak di lakukan pembongkaran dan diperbaiki, beliau mengungkapkan bahwa,

“Disinilah peranan konsultan, artinya konsultan harus berani tidak membayar pekerjaan yang salah, yang cacat, dan pekerjaan yang gagal dalam konstruksinya bukan sebaliknya, jadi konsultan diminta untuk bertindak tegas, harus dibongkar ulang pekerjaan yang diduga hancur tersebut,” pungkasnya dengan nada geram.

Ditempat terpisah, hal senada juga disampaikan oleh Yoseprizal selaku ketua umum LSM Fakta kepada awak media, bahwa pekerjaan stadion mini yang tengah dilakukan di dua lokasi berbeda dalam Kota Sungai Penuh ini, tidak pernah luput sedikitpun dari pantauan dan pengawasan kita yang bekerjasama dengan rekan- rekan team lainnya dalam mengusut dugaan permasalahan ini.

“Ya,, sekarang kita telah bekerja sebagai team untuk mengusut tuntas dugaan permasalahan ini, dan sekarang ini kita masih ditahap melengkapi data dan bukti yang ada, bila nanti rasanya cukup, akan kita layangkan pengaduan ke aparat hukum daerah maupun provinsi jambi, tunggu saja tanggal mainnya,” tutupnya. (Rky)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Resize text