338 Views

SorotUpdate.com, Kerinci- Dalam mempelajari sejarah Peradaban kerinci, maka kita tidak bisa lepas dari yang namanya adat dan pusaka.

Tentunya banyak sekali sejarah dan hal yang harus diketahui serta dikaji lebih mendalam, agar tidak timbul pemahaman yang salah nantinya.

Salah satu contohnya, Koto Limau serin dan Gunung Tarasih di tanah ulayat adat tigo Luhah belui ini seolah memiliki sejarah, nilai fantastis dan keunikan tersendiri baik disegi bentuk maupun tata letaknya.

Konon sejarah singkat Koto Limau serin yang kawasan didalamnya juga termasuk Gunung Tarasih ini awal mulanya dihuni oleh Nek Mangkudum Sati ayah kandung dari Nek Sali indah (Ninek dari belui), seterusnya para zuriatnya menyebar ke dusun-dusun di kemendapoan Depati VII, Kemendapoan Rawang, bahkan ada yang tersebar di kemendapoan kemantan, semurup dan sebagainya.

Hal ini mendapat pembenaran lansung dari Lembaga adat tigo Luhah belui, yang dalam hal ini diungkap lansung oleh Elman Heri, rio. Yang juga merupakan tokoh adat tigo Luhah Belui,

“Ya,, sejarah singkat dari Koto Limau serin ini pertama kali di huni Oleh Sutan Rumandung Bergelar Dang Tuan ku Bergelar Rajo Alam yang biasa kita kenal Siak Nangkudo Sati (Ayah dari Nek Sali Indah dan Ninek Moyang kita yg lain) Siak Nang Kudo Sati dari Indra Pura, Anak Kandung dari Bundo Kandung Keturunan Malik Ibrahim,” Ucapnya.

Baca Berita Lainnya  Wako ahmadi Support Atlit Paralayang

“Disamping itu, kita juga telah mengkaji lebih dalam dan mempunyai data serta peta wilayah bahwa Koto Limau serin yang dalam kawasannya tersebut juga termasuk Gunung Tarasih adalah tanah leluhur peninggalan nenek moyang kita dan merupakan tanah ulayat adat di tigo Luhah belui,” bebernya lagi.

Ditempat terpisah, senada dengan hal tersebut juga ditegaskan oleh salah satu masyarakat Belui Mitra Yanto, rio. Kepada awak media sorotupdate.com menyampaikan,

“Betul sekali yang disampaikan oleh saudara Elman Rio tadi, selain sejarah yang disampaikan tersebut itu, juga terlihat bahwa disamping dan sekitar gunung tarasih juga banyak sekali terdapat perladangan warga desa belui dari peninggalan nenek moyang yang berada didaerah ini, secara historis sudah jelas bahwa Koto limau serin dan kawasan Gunung Tarasih merupakan tanah ulayat adat tigo Luhah belui, dan akses jalan menuju kawasan ini juga hanya bisa melalui Belui Tinggi.” Ungkapnya.

Dalam mempelajari sejarah ini, banyak sekali yang harus dikaji ulang, tentunya akan lebih memakan waktu panjang dalam mengupas sejarah tersebut, apalagi sejarah peradaban lainnya yang ada di bumi sakti Alam Kerinci ini. (Rky)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.