449 Views

SorotUpdate.com, KERINCI- Kelanjutan pembangunan mesjid Islamic Center yang dilaksanakan dengan CV. yang berbeda di setiap tahun pada Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, masih saja menyisakan pertanyaan ditengah masyarakat. Tak hanya itu, pertanyaan serupa juga muncul dikalangan aktivis.

Pasalnya, dalam empat tahun terakhir Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan puluhan milyaran rupiah terhitung sejak tahun 2017 hingga 2021, pembangunan Islamic center telah menelan APBD kabupaten kerinci milyaran rupiah. Anehnya dengan dana puluhan milyar dan waktu Pekerjaan yang cukup lama, proyek tersebut hingga saat ini Desember 2021 proyek rumah ibadah tak kunjung selesai.

Dasril aktivis Kerinci kepada sorotupdate.com’ Dana yang sudah dikeluarkan untuk kegiatan proyek pembangunan mesjid Islamic center tersebut diduga tidak sesuai kondisi pisik faktual yang ada saat ini.

“yang jelas mutu beton nya sangat buruk, karena tidak didukung oleh peralatan bekisting yang benar” Ujarnya.

Selain dugaan ketidakseriusan, lanjutnya masyarakat sangat berharap agar tidak terjadi adanya penyimpangan dalam pembangunan pada kegiatan proyek yang bersifat bidang keagamaan seperti mesjid Islamic center yang dikerjakan sejak lama.

“Kalo terjadi misalnya penyimpangan pada bidang lain’ ya mungkin dianggap wajar, tapi kalo penyimpangan terjadi pada bidang keagamaan untuk meningkatkan kehidupan beragama masih juga terjadi penyimpangan pisik, itu kan aib” tegas Dasril.

Baca Berita Lainnya  Momen Lebaran, Ajang Perjudian Bermodus Hadiah di Temukan diWisata Danau Kerinci

Sementara itu, PPK kegiatan Pembangunan Islamic Center Dinas PUPR Kerinci, Safrida (3/12/2021) membenarkan untuk kegiatan proyek Islamic center di 2021 sampai saat ini (Desember) masih tahap pekerjaan.

“untuk 2021 masih kerja, pagu anggaran 2, 1 M” jawabnya.

Kondisi ini mengundang perhatian sejumlah pihak, kali ini pemerhati konstruksi Bung Helmi juga ikut berkomentar’ (04/12/2021) ia sangat menyanyangkan dengan dana puluhan milyar dan waktu pelaksanaan yang cukup lama, sementara kondisi pisik sampai saat ini masih belum berubah signifikan.

“yang jadi persoalan ini kan, kenapa koq sampai sekarang belum selesai..” tanya Bung Helmi dengan penuh harapan.

Hingga berita ini dipublis, untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut Maya Nofebri. Kadis PUPR Kabupaten Kerinci belum dapat dihubungi. (zl)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Resize text