356 Views

SorotUpdate.com, Kerinci – Terkait permasalahan yang akhir- akhir ini ramai di perbincangkan dan dinilai curang serta tidak adil oleh para supir dump truck di Kabupaten Kerinci maupun Kota Sungai penuh saat pengisian BBM jenis solar di beberapa SPBU yang ada di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, hingga saat ini masih juga belum menemui solusi.

Pasalnya, kejadian yang sama pada SPBU 24.371.20 Pelayang Raya Kota Sungai Penuh seperti pemberitaan media sorotupdate.com beberapa pekan yang lalu, ketika hendak melakukan pengisian BBM jenis Solar diharuskan lagi untuk mengisi BBM jenis Dexlite, kali ini juga terjadi di SPBU lain dalam wilayah Kabupaten Kerinci, yakni di SPBU 24.371.64 PT. Gunung Kerinci yang berlokasi di Siulak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SPBU 24.371.64 ini diduga mengharuskan para supir dump truck yang setelah melakukan pengisian BBM Jenis solar juga harus mengisi dexlite dengan harga yang bervariasi jumlahnya.

Tentunya hal ini menjadi keluhan dan keresahan tersendiri bagi para supir dump truck di Kabupaten Kerinci maupun Kota Sungai Penuh ini, karena setiap saat melakukan pengisian BBM solar selalu diminta untuk melakukan pengisian Dexlite lagi oleh petugas pompa Pom di SPBU tersebut itupun dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp.30.000 hingga ratusan ribu rupiah sesuai banyaknya pengisian solar yang dilakukan supir tersebut.

Seperti ungkapan lansung oleh salah satu supir dump truck ketika dikonfirmasi mengakui bahwa kejadian ini benar adanya, dan ini telah membuat keresahan tersendiri bagi para supir dum truck yang ada, baik supir dari Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh maupun supir truck yang berasal dari luar daerah.

“Ya,,, sebenarnya kita merasa resah dan keberatan atas permasalahan ini, tapi disisi lain ya harus gimana lagi, itu keharusan yang harus di ikuti, dari pada capek- capek antrian terus tidak kebagian BBM jenis Bio solar ini nantinya, terpaksa juga diturutin,” Ungkap salah satu supir truck yang enggan disebut namanya ini.

Baca Berita Lainnya  Oknum PLN Sungai Penuh Kerinci Diduga Kuat Jual Aset Negara

Ditempat terpisah, permasalahan ini juga mendapat pembenaran lansung dari Ketua Umum LSM Fakta Yoseprizal, kepada awak media menyampaikan,

“Mengenai permasalahan ini sebenarnya sudah lama kita ketahui dari rekan- rekan para supir dump truck baik dari dalam Kota Sungai penuh, Kabupaten Kerinci, maupun luar Kota, mereka sering kali mengadu dan merasa keberatan atas kebijakan di SPBU , tapi hingga saat ini mereka tidak bisa berbuat apa-apa,” bebernya.

“Dulu di SPBU Pelayang Raya terjadi masalah ini, sekarang di SPBU 24.371.64 lagi juga terjadi hal yang sama, ada apa dengan kedua SPBU ini,, apakah keharusan ini berdasarkan aturan Pertamina atau barangkali dibuat- buat oleh oknum pejabat di SPBU itu sendiri,, kalau seperti ini dalam waktu dekat rencananya kita akan surati pihak pertamina lansung atas keluhan dari masyarakat ini, kalau nantinya ini terbukti melanggar aturan yang berlaku, kita akan desak pihak pertamina untuk mengambil tindakan tegas atas kejadian ini,” Pungkas Ketua LSM Fakta ini.

Menindaklanjuti permasalahan ini, awak media mencoba mengkonfirmasi ke Yulmon (20/11/2021) Selaku pihak SPBU 24.371.64 PT. Gunung Kerinci melalui pesan whatsapp saat ditanyakan apakah betul adanya bahwa di SPBU 24.371.64 setelah mengisi BBM jenis solar pihak SPBU mewajibkan para supir untuk mengisi BBM Dexlite lagi?? dengan terus terang dan seolah tanpa rasa takut Yulmon menjawab “BETUL” ucapnya dengan singkat. (Rky)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Resize text